Archive for July, 2007

Aksi hari Kejaksaan (otHeR sTorY)

Tuesday, July 24th, 2007
Assalamu’alaikum wr wb

 

Dalam rangka peringatan hari
kejaksaan 22 Juli. Sekitar 50-an kader KAMMI Bandung melakukan aksi di
depan kantor kejati jawa barat. KAMMI Bandung menyuarakan pernyataan
sikap mengenai pengusutan kasus2 korupsi di berbagai daerah jawa barat.
Selain itu secara simbolik memberikan hadiah ulang tahun kepada kejati
jabar berupa tukik/anak penyu. Tukik/anak penyu menggambarkan
kelambanan kinerja kejati jabar dalam pengusutan kasus2 korupsi di
jabar. Padahal menurut data ICW, jawa barat merupakan propinsi terkorup
kedua di Indonesia. Predikat tersebut tidak juga mendorong kejati jabar
untuk bekerja keras membrantas korupsi. Malah, berbagai kasus korupsi
seperti kasus Kavlinggate terkatung-katung selama lima tahun.
Kavlinggte merupakan kasus korupsi yang melibatkan 99 anggota DPRD
Jabar 1999-2004 dan sejumlah eksekutif jawa barat termasuk mantan
gubernur dan mantan sekda yang kini menjabat sebagai gubernur.

 

 
Sebelum
aksi dilakukan terjadi intimidasi dan ancaman dari sejumlah pegawai
kejati kepada korlap aksi untuk membatalkan demonstrasi karena
penyerahan hadiah tukik/anak penyu dianggap melecehkan kejati.

 

 

 

Aksi
berjalan damai, sampai kemudian ditutup dengan pembacaan pernyataan
sikap oleh akh Ramlan Nugraha (Kastra Kamda bandung). namun, sebelum
pernyataan sikap selesai dibacakan terjadi insiden perampasan poster
aksi yang digantungkan di gerbang kejati oleh seorang pegawai kejati.
Korlap aksi kemudian berusaha merebut kembali, karena poster tersebut
merupakan wujud aspirasi sebagian masyarakat jawa barat terhadap
kinerja kejati. Kemudian terjadi aksi pengeroyokan terhadap korlap aksi
tersebut oleh sejumlah pegawai kejati dengan cara ditarik, dijambak,
dan dipukul didepan gerbang kantor kejati. akh Ramlan langsung
mengehentikan pembacaan pernyataan sikap dan ikut membantu membebaskan
korlap (akh tata/kastra) dari pengeroyokan pegawai kejati. Aksi pun
langsung ricuh, dan untungnya para polisi bisa langsung melerai dan
membebaskan mahasiswa yang ditarik oleh sejumlah pegawai kejati.

 

 

 

Namun,
tiba2 terjadi insiden pelemparan botol kosong teh botol sosro dari
dalam gerbang kejati dan mengenai pipi kanan wartawan elshinta yang
sedang meliput. Kontan, wartawan ikut geram dengan tindakan brutal para
oknum pegawai kejati yang bertindak seperti preman tidak seperti
layaknya seorang penegak hukum.

 

 

 

REFORMASI KEJAKASAAN

 

Gelombang
perlawanan akan dilakukan terhadap aksi kekerasan sejumlah oknum
pegawai kejati jabar, termasuk upaya hukum dan tuntutan reformasi
kejaksaan. Bahkan sejumlah organisasi buruh, wartawan, dan LSM akan
siap membantu melawan. Dan tentunya tidak akan melupakan substansi
penuntasan pengusutan kasus korupsi di jawa barat.

 

Hidup Mahasiswa!!!

 

 

 

Suharta

 

DKP KAMMI daerah
Bandung

Kisah seekor kura-kura (Aksi hari Kejaksaan)

Sunday, July 22nd, 2007

Sabtu Sore, 21 Juli 2007

 

Kenalkan, aku seekor
kura-kura kecil. Sore ini aku dibeli seorang cewek berjilbab bernama Dini. Dia
anak KAMMI lo… Hehehe. Kemudian, aku diberi nama Suhartoyo. Bisa dipanggil
Toyo. Kata Dini, namaku sama dengan nama seorang manusia. Ia sekarang menjabat
sebagai ketua Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat.

Rencananya, besok aku akan
diberikan kepada Ketua Kejati sebagai kado peringatan hari kejaksaan (22 Juli).
Aku adalah simbol lambatnya kejaksaan dalam menangani kasus korupsi di Jawa
Barat. Lihat saja kasus kaveling gate yang sudah empat tahun terkatung-katung.
Berkali-kali terjadi pergantian ketua Kejati juga tak memberikan hasil yang
signifikan terhadap penanganan korupsi di Jawa Barat. Jabar tetap saja
menduduki peringkat kedua propinsi terkorup versi ICW (Indonesian Corruption
Watch) dan peringkat pertama DPRD terkorup versi KPK (Komisi Pemberantasan
Korupsi).

Uppss… kok aku jadi
pinter gini ya. Yaa, Dini yang cerita ke aku.

Aku tak sabar menunggu
pagi, besok adalah aksi pertama yang kuikuti. Bareng siapa lagi kalo bukan
KAMMI.

 

 

Ahad pagi, 22 Juli 2007

Pagi-pagi aku dibawa ke
gedung Kejati Jabar. Untukku sudah disiapkan sebuah kotak mungil berpita pink.
Ah ya, tadi malam Dini berulang kali minta maaf padaku. Dia khawatir aku tidak
dipelihara dengan baik setelah diserahkan ke ketua kejati. Tapi bukankah sebuah
perjuangan memang memerlukan pengorbanan? Dan sebagai kura-kura, hanya itu yang
bisa kuberikan untuk perjuangan panjang menegakkan hukum di Jawa Barat. Aku
ingin mengatakannya pada Dini, tapi dia kan tidak mengerti bahasaku…. Ah,
semoga dia mengerti.

Setelah lama menunggu
akhirnya aksi dimulai juga. Saat itu aku berkenalan dengan Afie. Dia dan dini
memakaikan pita pink dibadanku dan memasukkanku ke kotak mungil yang sudah
disiapkan. Uhh, badanku terasa gatal. Aku berusaha melepas pita yang dipasang
di badanku. Dan… argh… berhasil. Syukurlah mereka tidak memakaikan lagi
pita itu.

Aksi yang dilakukan
kawan-kawan dari KAMMI adalah aksi diam. Tak ada yel-yel, tak ada toa
(megaphone). KAMMI menginginkan Kejati segera membungkam para koruptor yang
masih bebas berkeliaran. Satu peti mati untuk satu koruptor.

Saat Happening Art, penyerahan
secara simbolik diriku sebagai kado kepada ketua Kejati, aku serasa jadi artis
mendadak. Disorot kamera dan difoto para wartawan. Bahkan saat aku sudah
kembali berada di kantong plastik dan berpindah ke tangan Afie, mereka masih saja memotretku. Tangan Afie
sampai pegel katanya.

Aksi hampir berakhir
ketika dibacakan pernyataan sikap. Tapi ternyata, uppss… terjadi pemukulan
terhadap salah seorang kawan dari KAMMI oleh oknum Kejati. Aksi menjadi agak
ricuh. Polisi yang semula berjaga di seberang jalan turun tangan untuk
mengamankan situasi. Aku yang berada di barisan putri (di tangan Afie) dibawa
agak menjauh dari lokasi aksi. Ternyata kondisi masih terkendali, kami kembali
mendekati lokasi.

Barisan putri mulai
meneriakkan yel-yel, “Premanisme! Kejati Anarkis! Kejati Anarkis!”

“Praang!!” oknum kejati
kembali melakukan tindakan kekerasan. Sebuah botol dilempar ke arah peserta
aksi. Mengenai beberapa peserta aksi dan bahkan wartawan.

Kawan-kawan dan wartawan
memaksa pihak kejati untuk memberikan penjelasan. Aku tidak begitu mendengar
pernyataan dari kejati. Tapi dari pihak kawan-kawan dari KAMMI akan memproses
secara hukum, melaporkan kepada pihak polisi. Tepatnya Polres Bandung Tengah.

Kami pun berjalan menuju
polres Bandung Tengah. Sesampainya disana, beberapa orang mewakili KAMMI
melaporkan tindak kekerasan yang mereka alami. Sedangkan yang lain menunaikan
Sholat Dhuhur di Musholla Polres.

Setelah itu, aksi ditutup.
Besok, kawan-kawan dari KAMMI akan menyelenggarakan pers release terkait
kejadian tersebut.

Yah, semoga dilancarkan.

Katakan Hitam adalah Hitam

Katakan Putih adalah Putih

 

Itulah pengalaman
pertamaku mengikuti sebuah aksi. Muantab!!

Dan karena kejati tidak
menerimaku, aku kini tinggal bersama Afie. Katanya sih mau dibelikan teman.
Menanti seorang kawan. Haha.

 

Bojongsoang, 22 Juli 2007

 

 

Untuk seorang kawan, sebuah gerakan akan
menjadi massif ketika mengusung sebuah isu yang merakyat secara konsisten.
Jumlah massa yang besar akan sangat berpengaruh terhadap pressure yang
dilakukan, tapi jumlah yang sedikit takkan membuat kammi berhenti bergerak.

Bergerak tuntaskan perubahan.

Pindahan

Tuesday, July 3rd, 2007

30 Juni 2007


Pindahan… pindahan…..

Sekre baru… sekre baru….

Rumah baru…. rumah baru….

Home sweet home… ^_^

       
Sekre baru KAMMI Daerah Bandung :
                        

Jl Awibitung, Gg Jembar II no 03 Cicadas

Bapak Intel Bandung….! Silahkan survey ke sekre baru KaMMi….!
Sekalian kalau mau diskusi….

04 Juli 2007


Beres-beres…
beres-beres…

Semoga paska Rakerda sudah layak huni. Amiin…

Home sweet home…

buat ernadani : kalau jadi pindah ke gg Jembar II no 02, ntar kayaknya aku bakal sering nginep… hehehehe….