Rasanya baru kemarin…
Rasanya baru kemarin berseragam putih abu, berbalut jilbab putih. Rasanya baru kemarin menjejakkan kaki di bumi parahiyangan. Kemudian larut dalam berbagai aktivitas. Kuliah, praktikum, bunderan, organisasi, aksi, bahkan partai. Dan sekarang, tuntutan untuk lulus, untuk bersegera pulang semakin mendesak - desak. Sedang rasanya saya belum berbuat banyak di sini.
Waktu berlalu begitu cepat, sedang masih begitu banyak waktu yang terbuang tanpa banyak hal yang kita perbuat menjelang ajal yang datangnya pasti. Mungkin besok. wallahu a’lam
Maka benarlah, bahwa waktu itu seperti pedang. sangat bermanfaat. Tetapi jika tak pandai menggunakannya, maka kita akan terlibas oleh sang waktu.